Jenewa (ANTARA) - Komisaris Uni Eropa untuk Kesetaraan, Kesiapsiagaan, dan Manajemen Krisis Hadja Lahbib pada Minggu (8/11) menyerukan peningkatan akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, menyusul hujan lebat yang menggenangi sejumlah kamp pengungsian dan memperburuk kondisi keluarga yang telah menghadapi krisis kemanusiaan parah.
"Di Gaza, keluarga-keluarga menguras air dari tenda mereka menggunakan panci dan wajan," tulis Lahbib melalui platform media sosial X.
Dia mengatakan banjir telah melanda kamp-kamp yang menampung warga Palestina yang mengungsi. Curah hujan tersebut semakin memperburuk situasi yang sudah sangat memprihatinkan.
"Hujan membuat krisis yang sebelumnya sudah tidak tertahankan menjadi semakin buruk," kata dia.
Lahbib mencatat sejumlah organisasi kemanusiaan tetap melanjutkan operasi mereka meskipun terjadi badai. Namun, dia menekankan kebutuhan mendesak akan bantuan tambahan.
"Mereka membutuhkan lebih banyak bantuan untuk masuk, saat ini juga," tegasnya.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, badai yang mulai terjadi pada Jumat (6/11) malam telah menggenangi sekitar 70.000 tenda yang menampung warga Palestina yang mengungsi. Infrastruktur yang rusak dan kekurangan peralatan darurat turut mempersulit operasi bantuan.
Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) pada Kamis (5/11) mengatakan sekitar 1,98 juta orang di Jalur Gaza membutuhkan tempat tinggal dan pasokan kebutuhan pokok lainnya. Pernyataan itu menyoroti besarnya kebutuhan kemanusiaan menjelang musim dingin di wilayah kantong Palestina itu.
Sumber: Anadolu
Penerjemah: Primayanti
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026