Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta pengusaha pangan menaati Harga Eceran Tertinggi (HET) dan tidak melakukan kecurangan bisnis agar komoditas strategis tetap terjaga untuk kepentingan masyarakat.
"Ada (kecurangan beras) fortifikasi, ada oplos SPHP, macam-macam. Kelihatan ini semakin hari semakin menjadi-jadi. Tolong kepada saudaraku pengusaha seluruh Indonesia, tolong berhentilah mempermainkan pangan karena itu menyangkut hajat hidup orang banyak," kata Amran dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu.
Mentan memastikan memperkuat pengawasan pangan strategis melalui penindakan terhadap pelanggaran tata niaga beras guna melindungi konsumen, petani, serta menjaga stabilitas pangan nasional.
Dia menegaskan pangan merupakan sektor strategis yang menyangkut kebutuhan masyarakat luas, sehingga seluruh pelaku usaha wajib menjaga tata kelola sesuai aturan pemerintah.
Menurut dia, pemerintah tidak memberikan ruang bagi praktik yang merugikan masyarakat karena komoditas pangan memiliki peran penting menjaga ketahanan nasional di tengah tantangan global.
"Itu adalah strategis. Itu tidak boleh dipermainkan, karena itu vital. Jadi tolong juga para pengusaha besar, menengah, jangan mempermainkan ini," ujar Amran.
Pengawasan mencakup berbagai dugaan pelanggaran tata niaga beras, termasuk penyalahgunaan beras program pemerintah yang seharusnya diterima masyarakat sesuai tujuan awal.
Amran meminta pelaku usaha mematuhi ketentuan HET agar masyarakat tetap memperoleh pangan berkualitas dengan harga terjangkau di seluruh wilayah Indonesia.