Nasional

Bayi yang Dibunuh Ortu di Toilet Jaksel Sempat Dibawa Tidur di Emperan

Bayi yang Dibunuh Ortu di Toilet Jaksel Sempat Dibawa Tidur di Emperan
Jakarta -

Orang tua pembunuh bayi di toilet umum di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel) sempat tidur di emperan warung bersama korban dan anak pertamanya. Mereka mengaku tengah mencari kontrakan murah.

Hal itu diungkap penjaga warung kelontong bernama Fendi yang warungnya berada tak jauh dari TKP pembunuhan. Fendi melihat ibu korban JM (19) dan ayah tirinya AR (22) tidur bersama korban dan kakak korban di emperan seberang warungnya.

"Mau nyari kontrakan katanya yang Rp 300-an. Sementara iya, tidur di seberang itu (emperan)," kata Fendi saat ditemui di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (4/11/2026).

Fendi sendiri tak melihat korban disiksa selama tidur di emperan bersama orang tuanya. Dia hanya tahu saat ramai orang di depan warungnya yang ternyata korban meninggal.

"Kalau nyiksanya nggak lihat, taunya udah rame anaknya meninggal. Terus dibawa lari sama bapak nya," ujarnya.

Fendi mengatakan mereka sudah dua malam tidur di emperan. Mereka hanya terlihat saat malam hari.

"(Siang) Nggak ada, adanya malem doang," ucapnya.

Fendi tak mengetahui pekerjaan dari orang tua korban sebab tidak pernah ngobrol. Fendi menuturkan orang tua korban hanya pernah membeli Pampers di warungnya.

Korban tewas pada Sabtu (31/10) malam. Ibu kandung korban berinisial JM (19), dan ayah tirinya, AR (22) telah ditetapkan sebagai tersangka.

Setelah AR menenggelamkan korban, kedua pasangan suami istri itu kemudian membuang jasad korban di tanah kosong di Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Kapolsek Kebayoran Lama Kompol Seala Syah Alam mengatakan kasus ini terungkap dari kecurigaan saksi. Sebelumnya, saksi yang merupakan pemilik toilet umum di sekitar Stasiun Kebayoran Lama sempat mendengar jeritan korban.

"Pelaku berinisial AR itu melakukan tindak pidana di sana sebanyak dua kali. Dua kali di WC umum itu di jam 7 malam hari Sabtu tanggal 31 Oktober dan juga jam 11.00 malam di mana ada saksi pemilik toilet umum. Dengan keadaan tersebut, salah satu saksi pemilik toilet itu curiga karena ada jeritan tangisan dari korban ini," kata Seala kepada wartawan, Selasa (3/11/2026).