Ekonomi

Breaking! Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III-2026 Capai 5,47%

Breaking! Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Kuartal III-2026 Capai 5,47%

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 mencapai 5,47% secara tahunan (year on year/yoy) dan 1,59% secara kuartalan (qtq).

Laju pertumbuhan ini lebih tinggi dibanding catatan pada kuartal II-2026 yang sebesar 5,29%, meski masih lebih rendah dibanding realisasi pada kuartal I-2026 yang mampu tumbuh 5,61% yoy.

"Year on year tumbuh 5,47%," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud saat konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (5/11/2026).

BPS mencatat ekonomi Atas Dasar Harga Konstan (ADHK) Rp3.633,2 triliun dan Atas Dasar Harga Berlaku (ADHB) Rp6.741 triliun.

Konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia dari 15 lembaga dan institusi memperkirakan ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,20% yoy.

Kepala Ekonom Maybank Indonesia Juniman memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi terutama disebabkan oleh melemahnya konsumsi rumah tangga dan melambatnya belanja pemerintah.

"Kami memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2026 melambat dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama didorong oleh perlambatan konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah," ujar Juniman kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, daya beli masyarakat masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya biaya hidup. Di sisi lain, dorongan belanja pemerintah diperkirakan tidak sekuat kuartal sebelumnya karena stimulus yang terbatas sepanjang kuartal III.

Kepala Ekonom PT Bank Central Asia (BCA) Tbk David E. Sumual juga sebelumnya telah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan bergerak di kisaran 5,15-5,20% secara tahunan pada kuartal III-2026.

"Ekspor dan aktivitas manufaktur menjadi penopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal III-2026, sedangkan konsumsi baik di sektor rumah tangga maupun pemerintah tampak melambat dibanding kuartal sebelumnya," kata David kepada CNBC Indonesia, Rabu (4/11/2026).

Sementara itu, Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh 5,23% secara tahunan pada kuartal III-2026.

"Dengan proyeksi tersebut, pertumbuhan ekonomi sepanjang sembilan bulan pertama 2026 diperkirakan mencapai 5,37%. Artinya, perekonomian Indonesia masih memiliki ketahanan yang cukup baik di tengah tekanan eksternal, tetapi belum menunjukkan akselerasi yang merata," ujar Josua.

Namun, kata Josua, persoalan utamanya bukan semata-mata apakah ekonomi mampu tumbuh di atas 5%, melainkan apakah pertumbuhan tersebut makin ditopang oleh peningkatan pendapatan riil masyarakat, penciptaan lapangan kerja formal, dan pemulihan sektor-sektor padat karya.

[Gambas:Video CNBC]