Liputan6.com, Jakarta - Laju perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (AI), transisi ekonomi hijau, hingga dinamika demografi mengubah wajah secara drastis. Pergeseran ini tidak sekadar mengubah peta jenis pekerjaan yang ada, tetapi juga merombak total standar keterampilan hingga pola pikir yang dibutuhkan tenaga kerja.
Merespons tantangan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan tiga karakter krusial yang wajib dimiliki Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia agar tetap responsif dan berdaya saing.
"Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi jenis pekerjaan, tetapi juga kebutuhan keterampilan dan cara seseorang memandang persoalan," ujar Menaker Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/11/2026),
1. Inovasi: Berani Mengambil Inisiatif
Karakter pertama yang mendesak untuk dibangun adalah keberanian berinovasi. Menaker menegaskan bahwa inovasi tak selalu identik dengan penemuan-penemuan besar yang rumit. Keberanian mengambil langkah awal, jeli membaca masalah, serta mengajukan gagasan baru yang membawa dampak nyata bagi masyarakat sudah merupakan wujud nyata dari inovasi.
"Inovasi itu hanya lahir dari suatu keberanian melakukan inisiatif. Dan inisiatif selalu dimulai dari satu orang," kata Yassierli.
2. Berpikir Sistem: Melihat Gambaran Besar
Karakter kedua adalah kemampuan berpikir sistem (system thinking). Keterampilan ini sangat penting agar seseorang bisa membedah suatu persoalan secara menyeluruh dan memahami keterkaitan antarunsur di dalamnya.
Di sektor ketenagakerjaan, misalnya, dinamika investasi dan industri saling bertaut erat dengan kebutuhan keterampilan baru serta pergeseran lapangan kerja akibat otomatisasi.
"Belajarlah melihat sesuatu itu terkait dengan ekosistem yang lebih besar. Jangan mudah menyederhanakan masalah,karena realitas itu kompleks," pesan Menaker.
3. Growth Mindset: Haus Belajar Hal Baru
Karakter terakhir yang tidak kalah krusial adalah pola pikir bertumbuh (growth mindset). Karakter ini tercermin dari mentalitas yang selalu ingin belajar dan mengasah potensi diri, tanpa merasa terbatasi oleh keahlian masa lalu maupun latar belakang latar belakang pendidikannya.
"Orang yang memiliki growth mindset adalah orang yang mengatakan, 'Saya siap belajar apa pun yang baru. Karena saya tidak pernah tahu sebenarnya potensi saya akan berkembang ke mana,'" ujar Menaker Yassierli.