Jakarta (ANTARA) - Petinju Willy Hutchinson membalas kekalahan dari Joshua Buatsi untuk merebut sabuk juara dunia sementara (interim) kelas berat ringan (79,3 kg) World Boxing Council (WBC) di AO Arena, Manchester, Inggris, Minggu WIB.
Setelah duel 12 ronde, para juri memberikan skor 117-112, 115-113, dan 115-113, semuanya untuk kemenangan Hutchinson.
Hutchinson menunjukkan bahwa ia telah belajar dari kesalahannya dalam pertemuan pertama mereka pada September 2024 di Stadion Wembley, London. Petinju asal Skotlandia itu tampil lebih matang dengan mengandalkan kecepatan, gerakan kaki, serta kemampuan membaca serangan lawan.
Strategi tersebut membuat Buatsi kesulitan mengembangkan permainan. Hutchinson mampu menjaga jarak, menghindari tekanan, dan melancarkan pukulan balasan yang efektif untuk mengumpulkan angka sepanjang pertandingan.
Sementara itu, Buatsi berusaha mengambil inisiatif serangan dengan memberikan tekanan melalui pukulan ke arah kepala dan tubuh. Namun, petinju Inggris tersebut tidak cukup efektif dalam menemukan sasaran karena Hutchinson mampu mengantisipasi sebagian besar serangannya.
Buatsi sempat meningkatkan intensitas serangan pada ronde-ronde akhir. Ia juga beberapa kali berhasil menjebak Hutchinson di sudut ring dan melancarkan pukulan ke arah tubuh. Namun, upaya tersebut tidak cukup untuk membalikkan keadaan hingga pertandingan berakhir.
Hutchinson akhirnya memastikan kemenangan angka mutlak sekaligus merebut sabuk juara dunia interim WBC yang berstatus lowong. Gelar tersebut menjadi pencapaian penting dalam karir profesionalnya setelah sebelumnya gagal mengalahkan Buatsi dalam pertemuan pertama.
Kemenangan itu juga memperkuat rekor profesional Hutchinson menjadi 21 kemenangan, dengan 14 di antaranya diraih melalui knockout (KO), serta dua kekalahan.
Sementara itu, Buatsi yang menelan kekalahan kedua dalam karirnya harus harus menambah noda rekornya menjadi 20 kemenangan, termasuk 13 kemenangan KO, dan dua kekalahan.