REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Kementerian Investasi dan Hilirisasi mengumumkan bahwa Indonesia berhasil mengamankan komitmen investasi senilai total sekitar Rp6,3 triliun (setara 385,1 juta dolar AS) dalam gelaran Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 di London, Inggris. Pencapaian ini dikunci melalui penandatanganan dan penyerahan tiga perjanjian strategis yang bertujuan mendongkrak kapasitas industri dalam negeri.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, menegaskan bahwa pemerintah tetap berdedikasi menjaga stabilitas regulasi untuk menarik modal global. Ia menyebut kepastian adalah kunci utama bagi investor.
"Ketika memutuskan untuk berinvestasi, saya selalu menekankan bahwa investor tidak menyukai ketidakpastian. Mereka mencari kepastian, prediktabilitas, dan proses yang kredibel," ujar Rosan dalam keterangan resmi yang dirilis pada Jumat (6/11).
Rincian Proyek Strategis
Aliran modal segar tersebut diwujudkan dalam tiga proyek unggulan. Pertama, Titanium Capital yang menggelontorkan komitmen sebesar Rp4,16 triliun (252,1 juta dolar AS) untuk sektor pemrosesan timah.
Kedua, Axelera yang akan memajukan pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) di Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang. Nilai investasi proyek ini mencapai Rp1,01 triliun (56 juta dolar AS).
Ketiga, BlackInk Co-operation Limited yang akan memanfaatkan lahan kawasan industri untuk fasilitas perakitan, dengan nilai komitmen mencapai Rp1,39 triliun (77 juta dolar AS).
"Kami terus meninjau dan merevisi kebijakan serta regulasi untuk memberikan kepastian dan prediktabilitas yang lebih besar bagi investor. Indonesia juga secara konsisten melakukan perbaikan agar lebih kompetitif dalam menarik investasi asing ke dalam negeri," tegas Rosan.
Forum IIF 2026 yang mengusung tema “Fostering Resilient Investment Through a Robust Supply Chain” ini berhasil menarik sekitar 100 delegasi yang mewakili sektor industri, perbankan, dan pemerintahan. Acara tersebut menampilkan dialog tingkat tinggi (C-suite) yang melibatkan pimpinan dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kementerian Keuangan, serta Bank Indonesia, ditambah sesi penjodohan bisnis yang ditargetkan untuk proyek-proyek yang dipresentasikan oleh Danantara Indonesia, kawasan ekonomi khusus, dan berbagai badan usaha milik negara.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.