JAKARTA -- Islam mengatur kehidupan rumah tangga hingga urusan hubungan intim antara suami dan istri. Hubungan badan yang dilakukan pasangan sah tidak hanya menjadi sarana memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga bernilai ibadah dan mendatangkan pahala.
Dalam Islam, terdapat sejumlah adab yang dianjurkan sebelum suami dan istri melakukan hubungan intim atau jimak. Salah satunya adalah membaca doa agar hubungan tersebut mendapat keberkahan dan, apabila Allah SWT menghendaki, dikaruniai keturunan yang baik.
Dalam buku "Tanya Jawab Fikih Keseharian", KH Mahbub Ma’afi menjelaskan, berjimak atau berhubungan badan merupakan kebutuhan mendasar bagi pasangan suami istri. Karena itu, ada lima amalan yang sebaiknya dilakukan sebelum berhubungan intim.
“Amalan yang sebaiknya dilakukan sebelum berjimak adalah; pertama disunahkan untuk membaca bismillah,” kata Kiai Mahbub dikutip dari buku terbitan Qafila tersebut, halaman 192 pada Rabu (4/11/2026).
Kedua, membaca surat Al-Ikhlas. Ketiga, membaca takbir (Allahu Akbar) dan tahlil (Laailaha Illallah).
Keempat, membaca doa sebelum berhubungan intim. Berikut bacaan doa yang dianjurkan:
بِسْمِ اللهِ العِلِيِّ العَظِيْمِ، اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنْ قَدَّرْتَ أَنْ تَخْرُجَ مِنْ صُلْبِيْ، اَللَّهُمَّ جَنِّبْنِي الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنِيْ
Bismillahil Aliyyil Adzim, Allahummaj Alha Dzurriyatan Thayyibatan inkunta Qaddarta an Tukhrija Dzalika min Shulbi. Allahumma Jannibnis Syayathaana wajannibis Syayathaana ma Razaqtana.
Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Tinggi lagi Maha Agung. Tuhanku, jadikanlah ia keturunan yang baik bila Kau takdirkan ia keluar dari tulang punggungku. Tuhanku, jauhkan aku dari setan, dan jauhkan setan dari benih janin yang Kau anugerahkan padaku."
Adapun amalan kelima adalah menggunakan penutup atau selimut ketika berhubungan intim. Kiai Mahbub menjelaskan, pasangan suami istri sebaiknya tidak melakukan jimak dalam keadaan telanjang bulat.
“Jangan melakukan jimak dengan telanjang bulat. Lalu memulai dengan cumbu-rayu dan ciuman,” jelas Kiai Mahbub.
Selain kelima amalan tersebut, pasangan suami istri juga dianjurkan mempersiapkan kondisi fisik sebelum berhubungan intim. Misalnya, dengan mandi, memakai parfum, menyikat gigi, serta membersihkan mulut agar tubuh tetap bersih dan segar.
Hubungan intim dalam Islam bukan semata-mata untuk memenuhi hasrat seksual. Aktivitas tersebut juga mengandung nilai ibadah apabila dilakukan oleh pasangan suami istri secara sah dan sesuai tuntunan agama.
Rasulullah SAW bahkan menjelaskan bahwa hubungan intim suami istri dapat bernilai sedekah. Hal ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan biologis dalam rumah tangga juga bisa menjadi ladang pahala.