Surabaya (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) memperkuat literasi bisnis bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Kota Surabaya, Jawa Timur, melalui program Literasi Bisnis bagi Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif.
Direktur Pengembangan Akses Pendanaan, Pembiayaan, dan Investasi Kemenekraf Anggara Hayun Anujuprana mengatakan kegiatan itu merupakan kolaborasi bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Pemerintah Kota Surabaya, dan Bank Mandiri.
"Semoga (pelaku usaha) dapat difasilitasi oleh Bank Mandiri dan mereka mendapatkan KUR (kredit usaha rakyat)," ujarnya di Surabaya, Sabtu.
Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono menjelaskan KUR difasilitasi pemerintah dengan bunga enam persen per tahun dan pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan. Persyaratan yang ditentukan cukup surat keterangan usaha dari kelurahan tanpa harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB).
Menurut Bambang, permasalahan utama pelaku ekonomi kreatif saat ini adalah pendampingan dari pemerintah, mulai dari sertifikasi dan perizinan, manajemen, kemasan produk, hingga pemasaran digital.
Regional Micro and Consumer Head Bank Mandiri Jawa Timur Suyadi menyatakan pihaknya mendukung penyaluran program pemerintah, termasuk KUR, serta pendampingan pelaku usaha melalui Rumah UMKM dan program Wirausaha Muda Mandiri.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Herry Purwadi menambahkan sudah saatnya UMKM naik kelas melalui dukungan dan pendampingan berkelanjutan agar pelaku usaha dapat mandiri sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pertumbuhan ekonomi kreatif.