Nasional

Lapas Porong bekali warga binaan keterampilan budidaya anggrek

Lapas Porong bekali warga binaan keterampilan budidaya anggrek

Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Kecamatan Porong, Sidoarjo, Jawa Timur, membekali warga binaan kasus terorisme dengan keterampilan budidaya anggrek sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dalam persiapan kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Kelas I Surabaya Sohibur Rachman menyatakan, pelatihan yang digelar di area ketahanan pangan Blok F, Kamis, tersebut melibatkan warga binaan kasus terorisme bersama warga binaan lainnya dengan materi pengenalan teknik budidaya hingga praktik penyemaian bibit anggrek menggunakan botol sebagai media tanam.

"Kegiatan tersebut juga sejalan dengan implementasi 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya optimalisasi pemanfaatan lahan tidur menjadi area produktif," kata Rachman dalam keterangan diterima di Sidoarjo, Kamis.

Ia menyebut, kegiatan yang diinisiasi pihaknya melalui Bidang Kegiatan Kerja Lapas itu merupakan bagian dari pengembangan program pembinaan kemandirian dengan mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang tersedia di lingkungan lapas.

Ia menjelaskan, pemanfaatan lahan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas lingkungan lapas, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat menjadi bekal bagi warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.

Ke depan, Rachman menyatakan budidaya anggrek akan dikembangkan menjadi salah satu kegiatan pembinaan kemandirian dengan dukungan instruktur berpengalaman dan pendampingan Bidang Kegiatan Kerja guna meningkatkan keterampilan serta potensi produktif warga binaan.

Sementara itu, pembudidaya anggrek sekaligus pembina dalam kegiatan tersebut, Andre Kurniawan, mengatakan pelatihan tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada peserta agar mampu mengembangkan budidaya anggrek secara mandiri.

Dalam praktik penyemaian, setiap botol dapat menampung sekitar 25 hingga 30 bibit anggrek, sedangkan dalam pelatihan tersebut digunakan sebanyak 19 botol sebagai media tanam.

“Harapannya, para peserta warga binaan bisa memahami prosesnya dan nantinya mampu mengembangkan budidaya ini secara mandiri," katanya Andre.

Di sisi lain, salah seorang warga binaan kasus terorisme berinisial Z mengaku senang dapat mempelajari keterampilan baru tersebut.

Ia berharap kemampuan yang dipelajarinya itu berpotensi untuk dikembangkan dan menjadi ladang usaha suatu saat usai bebas dari lapas.