Pontianak (ANTARA) - Produksi dodol cengkarok, kacang merkeh, dan kue kap menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga Desa Sungai Burung, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Namun, keterbatasan peralatan dan pengetahuan pengelolaan usaha membuat kelompok pelaku usaha setempat masih membutuhkan dukungan untuk meningkatkan produktivitas.
Harapan mengembangkan usaha tersebut mendapat dukungan melalui Program Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat (Kosabangsa). Program yang dilaksanakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Universitas Muhammadiyah Pontianak itu tidak hanya menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan keluarga dan lingkungan.
Melalui Program Kosabangsa, para pelaku UMKM mendapatkan pelatihan pengelolaan kewirausahaan, pemasaran produk, serta higiene dan sanitasi makanan. Mereka juga memperoleh bantuan peralatan produksi yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha.
Ketua UMKM Mandiri Jaya Sri Yanti mengatakan kelompoknya memproduksi berbagai penganan lokal, tetapi pengembangannya masih menghadapi kendala peralatan produksi, pengemasan, dan pemasaran.
"Dengan adanya pelatihan dan bantuan alat dari Program Kosabangsa, kami merasa sangat terbantu untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kualitas produk yang kami buat," kata Sri Yanti, akhir Oktober 2026.
Sejumlah teknologi tepat guna yang diberikan kepada UMKM Mandiri Jaya meliputi mesin pengaduk dodol otomatis, mesin pemarut kelapa, mesin penggiling beras atau pulut, oven pemanggang, blender turbo, turbo mixer, timbangan digital, mesin spinner, kompor berkapasitas besar, dan alat penyegel kemasan.
Selain peralatan produksi, kelompok tersebut memperoleh dukungan kemasan untuk memperbaiki tampilan produk dan meningkatkan daya tarik makanan lokal yang dipasarkan.
Bantuan itu diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi, mempercepat proses pengolahan, dan menjaga konsistensi kualitas makanan. Perbaikan pengemasan juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah produk olahan masyarakat desa agar dapat menjangkau pasar lebih luas.