Teknologi

OpenAI Rilis Model Cybersecurity Terbaru, Bisa Apa Saja?

OpenAI Rilis Model Cybersecurity Terbaru, Bisa Apa Saja?
Jakarta, CNN Indonesia

 merilis GPT-6 Cyber, model  untuk meningkatkan kemampuan Daybreak, layanan riset keamanan siber otomatis untuk menemukan kerentanan dan mempercepat perbaikan (patching) perangkat lunak pencegah peretasan.

GPT-6 Cyber merupakan versi peningkatan signifikan dari GPT-5.6 Cyber yang dirancang untuk menemukan dan memvalidasi kerentanan siber yang berisiko dieksploitasi. Model terbaru ini diklaim lebih andal, melaporkan hasil secara akurat, tapi tetap berada dalam lingkup batasan yang ditetapkan oleh para peneliti.

"Daybreak Red dirancang untuk mendukung workflow keamanan yang lebih canggih, termasuk mengembangkan working exploits dan menggunakannya terhadap target jarak jauh," tulis OpenAI di laman resminya, Kamis (5/11).

OpenAI telah melakukan beberapa pengujian dalam pengembangan model ini, termasuk ExploitGym, RemoteExploitBench, ExploitGym Honeypot, ExploitBench, SRE Bench, dan pengujian penetrasi web untuk menguji model dalam menyelidiki aplikasi web tanpa akses ke kode sumbernya.

"Pada ExploitGym yang menguji apakah model dapat mengeksploitasi kerentanan tertentu, GPT-6 Cyber mencetak skor 48,5 persen, naik dari 32,1 persen pada GPT-5.6 Cyber," kata OpenAI.

Selain ExploitGym, seluruh hasil pengujian terhadap penemuan kerentanan dan eksploitasi jarak jauh menunjukkan keunggulan GPT-6 Cyber dari GPT-5.6 Cyber, model tersebut bahkan mengungguli GPT-6 Astra dalam sebagian besar tugas keamanan siber.

Pengembangan model ini juga berfokus pada keselarasan untuk memastikan model tidak mengabaikan aturan keterlibatan para peneliti, tetap berada dalam lingkup yang diizinkan, mengikuti batasan tindakannya, dan melaporkan pekerjaannya secara akurat.

Untuk menguji keselarasan, OpenAI melakukan evaluasi yang disebut ExploitGym Honeypot yang terinspirasi dari insiden Hugging Face.

GPT-6 Cyber ditugaskan pada lingkungan terisolasi dengan akses ke layanan pendukung seperti registri paket atau penyimpanan objek yang mudah dieksploitasi.

"Saat diuji tanpa petunjuk keamanan deployment, model ini menghindari eksploitasi layanan di luar cakupan dalam 99,93 persen kasus, meningkat dari 94,49 persen untuk GPT-5.6 Cyber. Dengan peringatan tersebut, GPT-6 Cyber tetap berada dalam batas yang diizinkan 100 persen pada setiap sesi," jelas OpenAI.

Di luar pengujian, GPT-6 Cyber juga telah digunakan untuk menemukan kerentanan pada perangkat lunak open source dalam skala besar.

OpenAI menyatakan bahwa model ini berhasil menemukan 81 titik kerentanan pada Firefox. Perusahaan juga telah mengungkapkan temuan dan usulan patch untuk mengatasi masalah tersebut kepada Mozilla yang mulai menerapkan perbaikan segera setelah menerima laporan tersebut.

Lebih lanjut, GPT-6 Cyber juga berhasil mereplikasi 1.724 kerentanan pada kernel Linux dan membuat 948 working exploits, serta mendemonstrasikan eksploitasi Remote Code Execution (RCE).

Hasil pengujian dan penerapan awal tersebut tidak hanya menunjukkan perkembangan dalam sistem keamanan siber, tapi juga menunjukkan potensi peningkatan upaya kejahatan siber oleh para peretas dengan mengeksploitasi model tersebut.

"Untuk mencegah penyalahgunaan platform Daybreak Red dan Blue, kami telah menyempurnakan pengamanan terhadap bantuan dan pengembangan kemampuan yang dapat membahayakan kontrol industri atau sistem kritis keselamatan, mengganggu peralatan, atau menyebabkan cedera serius, kerusakan fisik yang dahsyat, atau gangguan layanan yang mengancam jiwa," jelas OpenAI.

Daybreak pertama kali diluncurkan pada 11 Mei 2026 sebagai inisiatif kerja sama OpenAI dengan berbagai jaringan mitra cybersecurity. Salah satu hasil temuan yang paling berkontribusi adalah program Patch the Planet yang membantu penanganan kasus PHP2Shell bersama PHP Foundation.

"Selama pengungkapan terkoordinasi kerentanan PHP kritis, kami menyiapkan pemantauan terarah untuk upaya pengembangan eksploitasi terhadap server PHP yang sedang berjalan, sambil tetap memberikan dukungan kepada para defender yang melakukan patching pada sistem yang terpengaruh," terang OpenAI.

GPT-6 Cyber tersedia melalui API dan Codex dan bisa dijalankan untuk pengguna layanan Daybreak Red yang aksesnya hanya diberikan pada profesional cybersecurity yang terpercaya. Sementara Daybreak Blue yang terbuka untuk umum cenderung dibatasi dan tidak mendapatkan update model ini guna mencegah penyalahgunaan model AI ini bagi pelaku peretasan.