JAKARTA — Kebutuhan perusahaan untuk menyalurkan dana dalam jumlah besar ke berbagai rekening bank dan dompet digital mendorong penguatan sistem pembayaran terintegrasi. Otomatisasi transaksi dinilai dapat membantu perusahaan mempercepat proses pembayaran, mengurangi pekerjaan administratif, serta meningkatkan efisiensi pengelolaan arus kas.
Kebutuhan tersebut semakin relevan bagi perusahaan dengan aktivitas transaksi berskala besar, mulai dari pembayaran gaji, distribusi komisi, pembayaran kepada rekanan bisnis, hingga transaksi dalam rantai pasok. Sistem yang andal diperlukan agar berbagai transaksi dapat diproses secara cepat dan akurat.
Direktur Utama PT Mareco Prima Mandiri, Bayu Prasetyanto, mengatakan transaksi keuangan merupakan bagian penting dari kelangsungan operasional perusahaan. Karena itu, sistem pembayaran perlu didukung infrastruktur yang mampu menangani pengiriman maupun penerimaan dana dalam berbagai skala bisnis.
"Secara khusus, kami berupaya mengakomodasi kebutuhan perusahaan di segmen business-to-consumer (B2C), business-to-business (B2B), hingga business-to-enterprise (B2E), baik untuk pengiriman maupun penerimaan dana. Kami memahami bahwa bagi sebuah perusahaan, transaksi keuangan bukan sekadar proses operasional. Di baliknya, terdapat kelancaran bisnis, kewajiban kepada pelanggan, serta aktivitas usaha yang harus terus berjalan," ujar Bayu dalam keterangan tertulis, Rabu (4/11/2026).
Menurut dia, proses transaksi perlu ditangani secara cermat dan didukung pendampingan teknis agar tidak menghambat aktivitas bisnis. Integrasi sistem pembayaran juga dapat membantu perusahaan menyederhanakan proses rekonsiliasi yang selama ini dilakukan secara manual.
Bayu mengatakan, kebutuhan tersebut mendorong perusahaannya menjalin kemitraan dengan sejumlah korporasi lintas industri. Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan di Jakarta pada 4 November 2026.
Perusahaan yang terlibat dalam kemitraan tersebut antara lain PT Pioneer Maju Kreasi, PT Catalyst Technology Solutions, PT Mustika Ratu Entertainment, PT Mustika Ratu Buana International, dan Metatech ID (PT Trifidia Cipta Korpora).
Kerja sama tersebut mencakup pengembangan layanan transfer dan distribusi dana secara terintegrasi, termasuk melalui otomatisasi pembayaran dalam jumlah besar. Sistem ini ditujukan untuk mendukung kebutuhan transaksi perusahaan sekaligus memangkas waktu pemrosesan dan rekonsiliasi.
Bayu menegaskan, kemitraan di bidang layanan keuangan tidak cukup hanya berhenti pada penandatanganan kesepakatan atau penyelesaian integrasi sistem. Keandalan layanan juga perlu dijaga melalui komunikasi dan pendampingan operasional secara berkelanjutan.
"Hubungan dengan mitra tidak seharusnya berhenti setelah integrasi selesai atau transaksi berhasil diproses. Justru, hubungan tersebut perlu dijaga melalui komunikasi dan pendampingan operasional yang nyata di lapangan," katanya.
Dalam menjalankan layanan pembayaran, PT Mareco Prima Mandiri menyatakan telah mengantongi izin Penyelenggara Jasa Pembayaran (PJP) Kategori 1 dari Bank Indonesia serta sertifikasi keamanan informasi ISO 27001. Perusahaan juga menyebut telah terdaftar dan diawasi oleh Bank Indonesia.
Penguatan infrastruktur pembayaran menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan seiring meningkatnya kebutuhan transaksi digital di sektor bisnis. Kecepatan pemrosesan, keamanan data, dan keandalan sistem menjadi faktor penting agar aktivitas keuangan perusahaan dapat berjalan secara efisien.