Nasional

Pembukaan pendakian Arjuno-Welirang tunggu asesmen

Pembukaan pendakian Arjuno-Welirang tunggu asesmen

Malang Raya (ANTARA) - Unit Pelaksana Teknis Taman Hutan Raya Raden Soerjo (Tahura R. Soerjo) masih menunggu hasil asesmen lapangan, khususnya menyangkut keamanan akses bagi pendaki pascakebakaran beberapa waktu lalu sebelum membuka jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang, Jawa Timur.

Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marani dihubungi dari Kota Malang, Jawa Timur, Kamis, mengatakan, kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang memang telah padam tetapi di beberapa titik pendakian masih memiliki kerawanan karena terdapat pohon yang kondisinya rapuh karena terbakar.

"Kebakaran kan sudah padam ya terus kemarin teman-teman kami minta supaya asesmen atau cek lapangan, itu terus dilakukan dan beberapa jalur pendakian masih rawan banyak pohon yang terbakar, dikhawatirkan kalau ada pendaki melintas terus roboh bagaimana?" kata Tyas, sapaan Agustiningtyas.

Ia menyampaikan ketika seluruh hasil asesmen telah terkumpul maka akan ditindaklanjuti dengan penentuan pengambilan langkah tindak lanjut.

"Apakah dirobohkan sekalian atau masih bisa dipertahankan, itu kami lihat dulu tapi jumlahnya tidak banyak dan ada satu yang persis disamping jalur pendakian," ujar dia.

Selain itu, petugas melakukan asesmen terhadap kondisi tanah yang ada di Gunung Arjuno-Welirang.

Tyas menyampaikan, kobaran di kawasan tersebut memberikan dampak terhadap kestabilan tanah dan jika tak dicek, dikhawatirkan bisa memicu longsoran yang membahayakan keselamatan pendaki.

"Di jalur yang pucuk (ujung) itu kecil, kalau dilewati dikhawatirkan kalau kondisinya (tanah) remah (gembur) bisa bergeser ke bawah, miring," ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya menegaskan bahwa keamanan dan keselamatan pendaki menjadi hal yang diprioritaskan dalam penentuan jadwal pembukaan kembali pendakian Gunung Arjuno-Welirang.

Saat ini UPT Tahura Raden Soerjo belum membuka proses reshcedule atau penjadwalan ulang pendakian, sejak kawasan Arjuno-Welirang ditutup akibat kebakaran pada 17 Oktober 2026.

Meski demikian, dirinya menyatakan, kuota pendakian masih tetap sama, yakni sebesar 550 orang per hari dan terbagi ke dalam empat jalur, yakni Sumberbrantas di Kota Batu, Tretes dan Tambaksari di Kabupaten Pasuruan, serta Lawang di Kabupaten Malang.

"Dari total kuota harian, yang melalui Sumberbrantas 200 orang, dari Tretes dan Tambaksari 150 orang, serta dari Lawang 50 orang," tutur dia.