Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meminta Perumda Air Minum Jaya (PAM JAYA) dan Perusahaan Umum Daerah Pengolahan Air Limbah (Paljaya) agar mengoordinasikan proyek galian sehingga tidak mengganggu pengguna jalan.
"Ketika lari tadi, ada rombongan yang nyalip saya karena memang pelari, teriaknya "Galian!". Galian itu selalu terasosiasi dengan PAM JAYA. Untuk itu, saya sudah meminta kepada PAM JAYA dan semua yang kemudian harus menggali, harus dilakukan terkoordinasi," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam konferensi pers JEKATE RUN 2026 di Halte Bendungan Hilir PAM JAYA Jakarta, Minggu.
Dia mengatakan setiap perusahaan yang melakukan proyek galian harus saling berkoordinasi dan satu arah demi mengingat tanggung jawab bersama.
"Dulu, PAM JAYA sendiri, PALJAYA sendiri, kemudian untuk apa, limbah sendiri. Sekarang, enggak boleh. Karena memang bagaimana pun, galian ini menjadi tanggung jawab untuk kita selesaikan bersama," ujar Pramono.
Dia pun menegaskan akan menertibkan sejumlah proyek galian yang dikeluhkan warga karena memakan badan jalan dalam waktu yang lama sehingga memperparah kemacetan di Jakarta.
Di sisi lain, Dinas Bina Marga DKI Jakarta juga meminta jajaran suku dinas (sudin) di seluruh wilayah untuk memperketat pengawasan terhadap pekerjaan galian yang marak terjadi di berbagai wilayah di Jakarta.