Jakarta (ANTARA) - Konsumsi bir dapat memengaruhi kadar gula darah dalam dua arah, yakni meningkat sesaat setelah diminum dan berpotensi menurun beberapa jam kemudian akibat pengaruh alkohol terhadap fungsi hati.
Ahli gizi sekaligus edukator diabetes Ginger Cochran, M.S., RD, CDCES, mengatakan karbohidrat dalam bir dapat meningkatkan kadar gula darah, sementara alkohol dapat menghambat kemampuan hati melepaskan glukosa untuk menjaga kestabilan gula darah.
"Karbohidrat dapat meningkatkan gula darah pada awalnya, sedangkan alkohol dapat menyebabkan penurunan beberapa waktu kemudian karena mengurangi kemampuan hati melepaskan glukosa," kata Cochran, sebagaimana dikutip dari EatingWell, Minggu.
Ahli gizi Whitney Stuart, M.S., RDN/LD, CDCES, menjelaskan bahwa ketika seseorang mengonsumsi alkohol, hati memprioritaskan proses pemecahan alkohol. Akibatnya, pelepasan glukosa yang biasanya membantu menjaga kadar gula darah dapat terganggu.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan hipoglikemia atau kadar gula darah terlalu rendah, termasuk beberapa jam setelah konsumsi alkohol atau pada malam hari.
Risiko ini perlu diperhatikan terutama oleh penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat-obatan tertentu untuk menurunkan gula darah. Gejala hipoglikemia seperti gemetar, pusing, dan kebingungan juga dapat menyerupai tanda seseorang sedang mabuk sehingga berisiko tidak dikenali.
Ahli gizi dan edukator diabetes Kristie Mezzerli, RD, CDCES, mengatakan seseorang yang memilih mengonsumsi bir perlu memahami pengaruh alkohol terhadap tubuh dan memperhatikan risiko penurunan gula darah.
Salah satu langkah yang disarankan adalah menghindari konsumsi bir saat perut kosong. Makanan yang mengandung protein, karbohidrat berserat, dan lemak sehat dapat membantu mengurangi risiko hipoglikemia akibat alkohol.
Selain itu, kandungan karbohidrat dan kadar alkohol dalam bir perlu diperhatikan. Bir dengan kandungan karbohidrat lebih rendah belum tentu memiliki kadar alkohol yang lebih rendah sehingga tetap berpotensi menyebabkan penurunan gula darah.
Bagi penderita diabetes, pemeriksaan kadar gula darah sebelum tidur juga dapat membantu mengenali risiko penurunan gula darah yang muncul beberapa jam setelah mengonsumsi alkohol.
Pengguna obat diabetes tidak disarankan mengubah dosis atau melewatkan obat untuk mengimbangi konsumsi alkohol tanpa arahan tenaga kesehatan. Konsultasi dengan dokter atau edukator diabetes diperlukan untuk memahami risiko sesuai kondisi masing-masing.
Bir tanpa alkohol dapat menjadi pilihan bagi orang yang ingin menikmati minuman serupa tanpa paparan alkohol. Namun, kandungan karbohidratnya tetap perlu diperiksa karena dapat memengaruhi kadar gula darah.
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026