Politik

Pengumpulan ZIS di Jakpus tembus Rp51,92 miliar

Pengumpulan ZIS di Jakpus tembus Rp51,92 miliar

Jakarta (ANTARA) - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis Jakarta Pusat menghimpun dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) sebesar Rp51,92 miliar atau mencapai 105 persen dari target tahunan sebesar Rp49 miliar.

Wali Kota Jakarta Pusat Arifin mengatakan capaian tersebut merupakan hasil partisipasi aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat dalam menunaikan zakat serta berbagi melalui Baznas Bazis.

"Baznas Bazis Kota Jakarta Pusat telah menunjukkan kinerja yang membanggakan. Dari target pengumpulan ZIS tahun 2026 sebesar Rp49 miliar, hingga 5 November telah terkumpul Rp51.923.145.660 atau 105 persen dari target," kata Arifin dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Arifin menjelaskan, penunaian zakat profesi sebesar 2,5 persen telah dilakukan oleh 5.432 ASN, terdiri atas 3.672 PNS, 1.636 pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan 124 calon PNS (CPNS).

Jumlah tersebut, kata dia, mencapai sekitar 70 persen dari keseluruhan ASN yang menjadi sasaran.

Menurut Arifin, zakat tidak hanya menjadi kewajiban keagamaan, tetapi juga instrumen solidaritas sosial untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia mengatakan dana ZIS yang dihimpun akan dikembalikan kepada masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan dan bantuan sosial di wilayah masing-masing.

"Karena hasil pengumpulan ZIS selama ini akan kembali diberdayakan untuk kesejahteraan masyarakat di wilayah masing-masing," ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Baznas Bazis Jakarta Pusat, Raja Zamzami mengatakan dana ZIS disalurkan kepada delapan golongan penerima manfaat atau asnaf sesuai ketentuan syariat Islam.

Penyaluran tersebut dilakukan melalui sejumlah program, antara lain bantuan Ramadan, bantuan Muharam kepada 1.500 penerima, Beasiswa Masa Depan Jakarta (MDJ), serta program bedah rumah dhuafa.

"Untuk program bedah rumah dhuafa, sebanyak 51 unit telah ditangani dan 39 rumah lainnya akan dibangun. Selain itu, terdapat program tebus ijazah bagi 494 siswa," ujar Raja.

Ia menilai pengelolaan ZIS secara amanah dan profesional dapat memperluas manfaat zakat, terutama dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengentasan kemiskinan.

Raja juga mengapresiasi keterlibatan organisasi perangkat daerah, kecamatan, kelurahan, serta petugas Baznas Bazis dalam pengumpulan dan penyaluran dana ZIS.

Ia berharap kolaborasi tersebut terus dipertahankan agar pengumpulan ZIS di Jakarta Pusat dapat mencapai target yang telah ditetapkan pada 2026.

"Mari kita terus jaga semangat kolaborasi ini agar target pengumpulan ZIS tahun 2026 dapat tercapai sepenuhnya, bahkan melampaui," kata Raja.