Nasional

Semeru luncurkan awan panas guguran tiga kali hingga jarak 4,5 km

Semeru luncurkan awan panas guguran tiga kali hingga jarak 4,5 km

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) meluncurkan awan panas guguran tiga kali secara berturut-turut dengan jarak luncuran hingga 4,5 kilometer dari puncak saat gunung api tersebut erupsi tiga kali pada Kamis.

Erupsi Gunung Semeru pada pukul 06.33 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya.

"Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 224 detik. Letusan juga disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 3 kilometer dari puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jawa Timur.

Selama dua jam kemudian, tepatnya pada pukul 08.43 WIB, Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan disertai awan panas guguran dengan jarak luncur 3,5 km dari puncak yang mengarah ke tenggara, yakni Besuk Kobokan.

Letusan Semeru dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak dan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 251 detik.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu, kembali erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4,5 km dari puncak pada pukul 09.24 WIB dan tinggi kolom abu teramati sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl.

"Luncuran awan panas tersebut mengarah ke tenggara atau Besuk Kobokan, sedangkan sebaran abu vulkanik mengarah ke barat daya," katanya.

Ia mengatakan kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 31 mm dan durasi 447 detik.

Melihat intensitas awan panas guguran yang terjadi beberapa kali sejak pagi dengan jarak luncur mencapai 4,5 km, petugas mengimbau warga di sekitar Gunung Semeru, terutama daerah luncuran awan panas di sektor tenggara (Besuk Kobokan), untuk meningkatkan kewaspadaan dan selalu siaga karena potensi awan panas susulan sewaktu-waktu bisa terjadi.

Sigit menjelaskan saat ini aktivitas vulkanik Gunung Semeru berada pada status Level III atau Siaga dengan rekomendasi agar masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.

Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Selain itu, warga diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," katanya.