Politik

Jakarta Siaga Banjir, 403 Lokasi Pengungsian Disiapkan

Jakarta Siaga Banjir, 403 Lokasi Pengungsian Disiapkan

Liputan6.com, - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta memetakan 200 rukun warga (RW) yang berpotensi terdampak genangan hingga banjir saat puncak musim hujan pada Februari 2027. Untuk mengantisipasi risiko tersebut, sebanyak 403 lokasi pengungsian telah disiapkan.

Kepala Satuan Pelaksana (Satlak) BPBD DKI Jakarta, Marulitua Sijabat, mengatakan pihaknya telah menyusun skenario penanganan bencana, termasuk menghadapi kemungkinan hujan deras berkepanjangan yang berbarengan dengan kiriman air dari hulu sungai dan kondisi air laut pasang.

“Sebanyak 403 lokasi pengungsian sudah kami siagakan. Mereka juga sudah berkoordinasi secara teknis operasional di lapangan,” kata Maruli dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/11/2026).

Berdasarkan hasil pemetaan BPBD DKI, sejumlah kawasan yang berpotensi terdampak antara lain Cawang, Cililitan, Kampung Melayu, dan Rawa Buaya. Wilayah-wilayah tersebut menjadi perhatian dalam persiapan menghadapi curah hujan tinggi hingga ekstrem yang diperkirakan berlangsung dalam waktu lama.

Pemprov DKI juga telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi terkait, termasuk TNI, Polri, dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Langkah ini dilakukan untuk menyelaraskan kesiapan lintas sektor dalam menghadapi kemungkinan bencana selama periode tersebut.

“Termasuk koordinasi lintas sektor di jajaran pemerintah daerah telah dilakukan sebagai antisipasi situasi bencana saat puncak musim penghujan,” ujar Maruli.

Instruksi Pramono

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung telah menginstruksikan seluruh jajaran terkait untuk menjalankan langkah-langkah mitigasi. Upaya tersebut meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pembenahan infrastruktur sumber daya air (SDA), serta pengurasan saluran guna mengurangi risiko genangan.

“Camat dan lurah juga diminta membantu pembersihan saluran serta lingkungan di wilayah masing-masing,” katanya.

Untuk mendukung penanganan di lapangan, BPBD DKI turut memastikan kesiapan berbagai peralatan, mulai dari perahu karet, tenda pengungsian, toilet mobile, sarana penerangan, hingga tenda posko beserta perlengkapannya.

BPBD DKI juga mengaktifkan sistem peringatan dini atau disaster early warning system (EWS) agar masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai potensi bencana.

“Pemberitahuan turut dilakukan melalui SMS blast dan televisi digital berdasarkan informasi BMKG mengenai potensi cuaca ekstrem,” ujar Maruli.